Connect
To Top

Aston Tanjungpinang Tetap Buka

Pegawai Pakai Shift per 2 Minggu

Oleh Fara Verwey

SITUASI pandemi ini serbasulit. Tidak ada yang dapat mengelak dari imbasnya. Hampir semua lini bisnis mesti bersiasat agar dapat bertahan. Terlebih bagi industri pariwisata, satu di antara yang paling terdampak pandemi corona. 

Imbauan pemerintah agar tetap di rumah dan senantiasa menjaga jarak membuat hotel-hotel kehilangan okupansi. Biaya operasional yang tinggi tak sejalan lurus dengan pendapatan dari tamu yang menginap. Hotel-hotel tidak punya pilihan selain untuk sementara waktu dan hingga batas waktu yang belum ditentukan memberhentikan operasionalnya. Hotel tutup. Karyawan dirumahkan. Mohon maaf. 

Tetapi, Aston mencoba bertahan di situasi serbasulit ini. Hotel berbintang di Km. 12 Tanjungpinang ini masih membuka layanan. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Manajer PR Hotel Aston Tanjungpinang, Mida, kepada Viswara. 

“Saat beberapa hotel di Tanjungpinang berhenti beroperasi per 1 April, hotel kami tetap buka. Kami mencoba bertahan di situasi yang sulit ini,” ujarnya, Kamis (9/4).

Tentu pilihan Aston ini sarat konsekuensi. Mida menjelaskan, manajemen menempuh kebijakan menggilir sistem kerja pegawai dan staf dalam dua shift

“Dua minggu kerja, dua minggu libur. Gantian,” terang Mida. 

Ini bukan keputusan yang mudah, aku Mida, tetapi tidak ada jalan lain. Tingkat hunian sudah menurun drastis sejak Maret lalu. Agar tetap bisa buka, jalan kompromi adalah pilihan akhir: menekan pengeluaran agar dapat tetap memberikan pelayanan, dan satu hal yang pasti, pelayanan terbaik tetap diberikan kepada pelanggan.

“Kami tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu yang menginap di hotel kami,” tambah Endra Kurniawan, HRD Aston Tanjungpinang.

Dalam kesempatan ini, Endra pun ingin mengonfirmasi satu hal: tidak benar manajemen hotelnya memutus kontrak kerja 18 stafnya—sebagaimana informasi yang beredar selama ini. Menurut Endra, yang sebenarnya terjadi adalah manajemen memberhentikan pekerja harian untuk sementara waktu, dan jika keadaan sudah membaik, mereka akan dikontak lagi jika ingin masih bergabung dengan Aston. 

“Jadi bukan karyawan kontrak atau permanen,” tegas Endra. []

More in Kabar Kita