Connect
To Top

Ada Kabar Baik, Tetap Waspada

Kasus 01 Tanjungpinang Dinyatakan Sembuh

Oleh Fara Verwey

APA kabar, teman-teman? Saya berharap kita semua berada dalam kondisi sehat: badan dan akal. Situasi yang memaksa kita menjadi lebih banyak di rumah ini memang menjemukan, bikin spaneng, tapi kita memang tidak punya pilihan lain. Kapan lagi aktivitas rebahan saja sudah bisa dianggap sebagai tindakan menyelamatkan dunia? 

Sehari yang lalu, ada kabar baik untuk kita. Kasus 01 positif Covid-19 secara resmi telah dinyatakan sembuh. Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam yang menyampaikan kabar baik ituz 

“Berdasarkan hasil tes follow up kedua adalah negatif. Sedangkan hasil follow up sebelumnya juga negatif. Dengan demikian sesuai kriteria, pasien positif pertama ini dapat dinyatakan sembuh dan bebas dari Covid-19,” tulis Rustam pada pesan yang kami terima, Kamis (2/4).

Sekadar mengingatkan, Kasus 01 adalah seorang laki-laki berusia 71 tahun. Ia disinyalir terpapar virus corona setelah menjalani pengobatan tiroid dan hipertensi di Malaysia pada 5 Maret lalu. Konfirmasi positifnya dinyatakan 12 hari kemudian lalu mulai menjalani isolasi di RSUP Ahmad Thabib. 

Kalau mau diingat-ingat, sejak itu Tanjungpinang kita tak lagi sama. Di pusat perbelanjaan terlihat lebih ramai antrean dengan troli yang lebih terisi, penyanitasi tangan pun raib — amat dibutuhkan tapi benar-benar tak mudah didapatkan. Jalanan juga kedai kopi semakin sepi, karena belum benar ditutup total sebagaimana halnya tempat hiburan malam, warnet, griya pijat, dan rental playstation. 

Lalu semakin tidak terlihat lagi senyum. Semua dari kita melindungi diri dengan menggunakan masker dan nyaris tidak pernah berjabat tangan. Bukankah kita sama merindukan bertukar senyum dan menjabat tangan? Ah, pandemi memang situasi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. 

Karena itu, kehadiran kabar baik — walau sedikit, tetap menghadirkan harapan buat kita. Dinyatakan positif Covid-19 bukan vonis mati. Selalu ada harapan kepada imun bodi untuk melawan virus di badan. 

Meski begitu, kita tetap waspada. Harus. Hanya itu yang bisa kita lakukan agar bodi kita tidak terjangkit virus dan memperluas penularan. Tetap jaga kebersihan, semakin rajin cuci tangan, lalu tidak kalah penting saling mengingatkan untuk senantiasa jaga jarak satu dengan yang lain. 

Semua tindakan itu adalah dukungan nyata kita terhadap kerja besar bertahan di tengah pandemi. Bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi semua orang yang kita cinta dalam hidup ini. Sebab, sampai hari ini, memang belum diumumkan secara resmi ada vaksin atau penawar dari virus ini. 

Situasi Kasus di Kepri per 3 April 2020.

Selain terus menjaga diri yang tidak kalah penting adalah menjaga akal sehat. Percayalah, akal sehat adalah tameng pertama di badan yang ikut melindungi kestabilan hormon di badan dan ini berimplikasi penting pada imun tubuh. Sebisa mungkin, kurangi berita-berita yang dapat menimbulkan kekhawatiran setiap usai dibaca dan selalu menaruh prasangka positif situasi sulit ini segera terlewati.***

More in Kabar Kita