Connect
To Top

Satu Orang Pinang Positif COVID-19

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Oleh Fara Verwey

SATU orang warga Tanjungpinang (71) dikonfirmasi positif terpapar COVID-19 setelah melakukan pengobatan di Malaysia. Perjalanan pulang hari pada 5 Maret lalu, dilakukan seorang pria bersama istrinya ini lantaran adanya keluhan sakit hipertensi dan tiroid.

“Setelah pemeriksaan di Malaysia karena gejala sakit itu, ia di hari yang sama langsung pulang. Baru pada tanggal 10, mulai merasakan gejala,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Tjetjep, saat konfrensi pers, Selasa (17/3) sore tadi.

Peningkatan gejala lalu dirasakan oleh yang bersangkutan dua hari kemudian (12/3). Seperti mual, lemah, sakit tenggorokan, sesak dan demam.

Atas inisiatif yang bersangkutan memeriksakan dirinya ke dokter umum swasta pada (13/3), karena tak kunjung membaik.

Laporan dari dokter umum swasta ini kemudian ditindaklanjuti, sehingga pada 14 Maret, dilakukan pengambilan sampel. “Hari ini, kita bersama-sama mengetahui hasil lab dari pusat. Yang bersangkutan positif corona dan saat ini berada di ruang isolasi RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang,” ucap Tjetjep.

Selain itu, Dinas Kesehatan memastikan telah melakukan penelusuran terhadap orang terdekat penderita. “Ada 20 orang terdekat yang telah kami telusuri. Mereka adalah keluarga terdekat korban. Dan penelusuran akan tetap kami lakukan hingga jangkauan luas,” sambung Tjetjep.

20 orang yang termasuk dalam penelusuran terdekat dengan penderita terpapar, saat ini diberlakukan karantina.

Tjetjep sempat menjelaskan, proses karantina jika memungkinkan dapat dilakukan di kediaman yang bersangkutan. Jika rumahnya tidak rapat antara rumah satu dan lainnya. Atau pun tidak berada di pemukiman yang padat. Jika tidak memungkinkan maka, pihak Pemda telah mempersiapkan lokasi karantina. 

“Bahkan ada kemungkinan akan bekerja sama dengan penginapan untuk dijadikan area karantina,” jelasnya.

Namun Dinkes Provinsi Kepri menekankan agar masyarakat Tanjungpinang tetap tenang dengan kabar terbaru saat ini. Sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan maksimal. Seperti menghindari keramaian, selalu menjaga kebersihan terutama tangan, menjaga kontak dekat dengan menjaga jarak minimum 1 meter. Juga selali menjalani pola hidup dan konsumsi sehat.

“Kalau panik, semua hal pencegahan menjadi tak maksimal. Dan untuk saat ini, mulai pertimbangkan untuk tetap berada di rumah jika tidak ada hal yang mendesak untuk keluar,” ucap Tjetjep. []

More in Kabar Kita