Connect
To Top

Yang Baru di Potong Lembu

Sudah Pernah Coba Belanja di Sini?

Oleh Fara Verwey

Potong Lembu tak melulu tempat tongkrongan kala malam, atau tempat ngopi saat sarapan. Sekarang Potong Lembu juga menjadi tujuan bagi emak-emak untuk berbelanja bahan pokok, sebelum menghidangkan lauk di meja makan. Pasar Potong Lembu versi baru saja dibuka pada 30 Januari lalu oleh Pemko Tanjungpinang. Kemarin baru saja kami menjajalnya.

Seketika tiba di Pasar Potong Lembu, mencari parkiran untuk kendaraan roda dua, bukanlah hal yang sulit. Pun begitu pula tampaknya bagi kendaraan roda empat. Karena area akau, setiap paginya digunakan sebagai lahan parkir mobil.

Bagian muka Pasar Potong Lembu, berjejer kios-kios yang juga dipakai para pedagang memasarkan dagangannya. Ada yang berjualan kue-kue tradisional, sayur, hingga berjualan pulsa dan juga menjual jasa menjahit.

Dan janji untuk membuat pasar terjaga dari becek, sejauh ini benar-benar terealisasi. Pada pasar kering, lantai didesain dengan semen. Sementara di bagian pasar basah, lantai didesain selayaknya pelantar. Sehingga basah tak lagi menggenang, mengurangi kenyamanan lantaran becek.

Beberapa fasilitas seperti tempat penyimpanan bagi para pedagang juga tersedia. Memudahkan, sekaligus enak dipandang. Lantaran tertutup sehingga tidak terlihat berserakan.

Namun bagi para pembeli, dilengkapi juga alat penimbang elektronik untuk dagangan yang dibeli. “Ini untuk cek beratnya sama atau tidak. Pas atau tidak. Lumayan ada juga sih yang pakai,” terang salah satu pedagang di pasar ikan.

Dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, pasar ini dilengkapi dengan 96 unit kios dan 72 lapak untuk berjualan.

Seluruh revitalisasi tersebut, menghabiskan dana sekitar Rp 2,7 miliar. Dikucurkan melalui Dana Alokasi Khusis (DAK) Kementerian Perdagangan dan dana pendamping sebesar Rp 95 juta.

“Aktivitas perekonomian masyarakat sebagian besar ditopang oleh proses jual beli. Pasar Potong Lembu merupakan pasar rakyat, penyumbang pertumbuhan ekonomi,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat peresmian.

Namun Pasar Potong Lembu tak menjadi satu-satunya pasar tradisional yang nyaman bagi warga Tanjungpinang. Pemko Tanjungpinang baru-baru ini memastikan, Pasar Baru Tanjungpinang juga akan segera direvitalisasi.

Pembangunan Pasar Baru 1 dan 2 juga akan direncanakan berlangsung pada tahun ini. “Alhamdulillah, meskipun banyak tahapan dan pertemuan yang kami ikuti bersama, tahun 2020 ini akan dilakukan tahap 1 untuk pembangunan PB 1 sebesar Rp 49 miliar, dengan total keseluruhan untuk perencanaan pembangunan yakni sebesar Rp 175 miliar dengan menyediakan lebih kurang 500 kios dan lapak,” terang Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma.

Pembangunan Pasar Baru ini, lanjut dia, bertujuan untuk terciptanya sebuah pasar rakyat yang representatif dan memberikan kenyamanan dalam berbelanja bagi masyarakat Kota Tanjungpinang. []

More in Kota Kita