Connect
To Top

Sambat Karena Corona

Paceklik Pariwisata Bintan

Oleh Fara Verwey

SEORANG manajer di sebuah resort berbintang di Bintan mengunggah story di aplikasi WhatsApp. Bunyinya begini: Semua Jadi Pusing Karena Corona.

Bukan jenis sambat yang biasa. Wabah virus Corona yang telah menyebar sampai ke Singapura ikut memberikan dampak kerugian yang luar biasa di sektor pariwisata kabupaten Bintan. Seberapa besar dampaknya?

Luar biasa. Kata seorang kolega saya yang bekerja di sebuah resort di Bintan, dalam sebulan tidak lebih dari 45 orang yang menginap di sana. Dengan angka seperti itu, jelas amat menjadi beban bagi resort dalam memenuhi biaya operasionalnya.

“Sepi banget, Mbak,” begitu pengakuan mereka.

Pariwisata yang sepi. Pariwisata yang lesu. Ini menjadi pukulan telak bagi kabupaten Bintan yang sebagian besar pendapatan daerahnya bersumber dari pariwisata. Para pelaku usaha pariwisata, seperti agen perjalanan, penyewaan pondok-pondok penginapan, juga rumah makan, merasakan benar dampak lain dari virus yang kini sudah menjadi catatan dunia.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bintan tak dapat menampik fenomena ini. Pada Rabu (12/2) lalu, digelar pertemuan bersama sejumlah pengelola resort di Bintan untuk mendiskusikan solusi yang sekiranya bisa ditempuh guna kembali menggairahkan pariwisata Bintan.

“Persoalan yang sedang di hadapi pelaku usaha pariwisata menjadi persoalan Kadin jadi kami merasa harus mencoba untuk mengurangi beban kawan-kawan,” ungkap Ketua Kadin Bintan, Edi Surbakti.

Dari diskusi tersebut, ada sejumlah usulan solusi yang bisa dipertimbangkan guna meringankan beban pengelola dan menggairahkan kembali pariwisata Bintan. Di antaranya adalah dengan meminta dispensasi pembayaran pajak selama periode tertentu ini.

Lalu yang tidak kalah penting untuk lekas diseriusi adalah penguatan pasar wisatawan domestik. Diakui Kadin Bintan, kebijakan-kebijakan pemerintah daerah hingga pemerinah pusat seperti diskon penerbangan dan penyelenggaraan event pariwisata dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bintan.

Edi menambahkan, hasil dari pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan Bupati Bintan dan anggota legislatif dalam waktu segera. “Karena persoalan ini sangat mendesak. Kita ketahui bahwa pariwisata adalah penyumbang pendapatan asli daerah terbesar di Bintan,” pungkasnya. []

More in Kabar Kita