Connect
To Top

Cegah Corona, Tiap Wisman Dicek Suhu Tubuhnya

Waspada Virus Corona di Sekitar Kita

Oleh Fara Verwey

REPORTER CBS News, Ramy Inocencio menjabarkan perihal penyebaran virus Corona di kota Wuhan. Pada cuitannya di laman Twitter pribadinya (20/1) kemarin.

Virus Corona, disebut memiliki kemiripan akan virus SARS. Wabah yang menggemparkan pada 2003 lalu. Pada 20 Januari kemarin, terdata 217 kasus ditemukan di Cina. Dua kasus di Thailand, satu kasus di Jepang. Dan satu kasus lainnya di Korea Selatan. Serta tiga orang telah meninggal dunia.

Korbannya meningkat, cepat setelah hari itu.

Kata BBC, virus ini telah memakan jiwa sebanyak 17 orang hingga 23 Januari 2020 lalu. Penyebaran virus Corona diyakini berasal dari pasar grosir makanan laut Hua Nan yang berada di kota Wuhan. Kota yang berpenduduk 11 juta orang. 

Aktivitas penerbangan akhirnya dihentikan sementara. Termasuk pula transportasi darat dan laut, yang melakukan perjalanan ke dalam dan luar kota Wuhan.

Warganya pun telah diarahkan agar tidak berpergian.

Hingga hari ini, diketahui terdapat lebih dari 500 kasus yang dikonfirmasi menyebar ke luar negeri.

Wuhan akhirnya ditetapkan sebagai pusat wabah dan tempat asal virus tersebut. Sehingga pengucian kota dianggap perlu, mengingat akan datangnya libur Tahun Baru Imlek. Saat dimana orang Tiongkok melakukan perjalanan ke seluruh negeri.

Maskapai Scoot sebagaimana yang dilansir pada laman straitstimes, telah membatalkan delapan penerbangan Singapura-Wuhan. Yang akan berlangsung sejak Kamis (23/1) hingga Senin (27/1) mendatang.

Dikatakan pada situsnya, jadwal penerbangan terpengaruhi akibat epidemi yang sedang terjadi. Sehingga diharapkan penerbangan akan kembali normal pada Senin mendatang.

“Pelanggan yang telah melakukan pemesanan pada penerbangan ini akan menerima email dari Scoot dengan informasi lebih lanjut mengenai pengembalian uang,” tulis Scoot pada lamannya.

Kementerian Kesehatan Singapura pun menyarankan warganya untuk menghindari berpergian ke Wuhan. Ia bahkan memperbarui anjuran perjalanan (Travel Advisory), mengenai perkembangan situasi virus Corona tersebut.

Seluruh Pra-sekolah hingga tempat penitipan anak di Singapura, diminta untuk melaporkan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan. Demi memastikan kesejahteraan anak-anak dan staf. Juga rencana perjalanan mereka, dalam rangka berlibur selama libur Tahun Baru Cina.

“Bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap penyakit menular. Staf juga disarankan agar menunda perjalanan yang tidak penting ke Wuhan pada periode ini,” ujar Juru Bicara Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura.

Kepala staf Presiden Moeldoko, Kamis (23/1) memastikan wabah pneumonia belum masuk ke Indonesia.

Dikutip dari CNN Indonesia, Moeldoko menyatakan Menkes sudah mengambil langkah pencegahan agar virus tak masuk Indonesia.

Beberapa upaya tersebut seperti pemasangan alat deteksi dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk internasional. “Akan ada perlakuan, kalau memang ada indikasi yang bersangkutan,” ujarnya.

Di sisi lain Kementerian Kesehatan juga merilis 19 daerah yang rentan menjadi pintu masuk virus dari Wuhan ini. Dan tiga kota di Kepri yakni Karimun, Batam dan Tanjungpinang masuk dalam daftar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam Kamis (23/1) lalu mengatakan belum ada ditemukan indikasi terinfeksi virus Corona dari wisatawan yang masuk.

Dinkes, lanjut dia, telah melakukan beberapa upaya pencegahan. Beberapa diantaranya melangsungkan koordinasi bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan, Rumah Sakit dan Puskesmas.

Alat skrining suhu tubuh pun telah disiapkan di pintu masuk internasional, pelabuhan Sri Bintan Pura.

Mempersiapkan ruang isolasi di RSUD Ahmad Tabib. Juga penyebaran informasi serta himbauan kepada masyarakat.

“Kami harap masyarakat meningkatkan kebersihannya. Juga menjaga kesehatan, melaksanakan etika batuk yang benar. Senantiasa mencuci tangan dengan sabun, mengunjungi fasilitas kesehatan jika demam batuk dan sesak nafas. Jangan lupa, olahraga teratur dan istirahat yang cukup,” pesan Rustam. []

More in Kabar Kita