Connect
To Top

Kok Bisa Sih, Kotak Infak Masjid Penyengat Digasak

Aksi Pelaku Tertangkap CCTV

Oleh Fara Verwey

KABAR baru tersiar sekitar enam jam setalah kejadian. Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat dibobol pada pukul 23.30 WIB, Senin (20/1). Kotak amal berisikan uang infak jemaah raib.

Tontok detik-detik aksi maling kotak infak di masjid Penyengat.

Kabar ini lantas lalu-lalang di media sosial. Grup-grup WA. Juga portal-portal berita. Tanggapannya rata-rata mempertanyakan: bagaimana mungkin masjid yang punya nilai historis tinggi dan merupakan cagar budaya itu berhasil dibobol oleh oknum tak bertanggung jawab?

Aksi pelaku pada tengah malam itu tertangkap rekaman kamera pengintai (CCTV) di dalam masjid. Diduga kuat seorang laki-laki. Dari video itu tampak ia tak mengenakan sandal ketika melancarkan aksinya. Dari foto di TKP pun tertinggal jejak kakinya di karpet masjid.

Karena pelaku mengenakan masker, identitasnya belum terungkap. Setidaknya setelah 12 jam pun belum ada gambaran mengenai sosok yang berani membobol masjid bersejarah bagi masyarakat Melayu itu.

Jejak kaki pelaku di Masjid Penyengat. Foto: Istimewa

Kepala Polsek Tanjungpinang Kota, Ajun Komisaris Polisi Reza Anugrah mengaku sudah menerima laporan atas peristiwa ini. Namun, belum dalam bentuk laporan resmi.

“Melaporkan secara lisan saja, anggota sudah berada di lapangan melakukan penyelidikan,” katanya.

Hingga kini, belum pula diketahui jumlah uang yang berada dalam kotak infak yang digondol pelaku. Sebab oleh pengurus belum dilakukan penghitungan dalam kas masjid.

Tohar Fahlevy, salah seorang warga Penyengat, mengaku tak heran jikalau ada yang nekat melakukan aksi pencurian di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Dalihnya, kata dia, karena mencuri di masjid itu “aman”.

“Ya “Amanlah” karena takkan diproses secara hukum. Kalau ketahuan paling ya diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Tohar, kemarin.

Jikalau memang kejadian ini akan diproses secara hukum, sambung Tohar, mesti juga berlaku pada peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Apakah yang dimaksudkannya adalah perihal kasus penggelapan uang kas masjid yang pernah merebak pada pertengahan 2019 lalu? Ia mengangguk.

“Jelas dong. Karena (pencurian kotak infak) ini sangat kecil (angkanya, jikalau dibandingkan yang sebelumnya,” pungkas Tohar. []

More in Kabar Kita