Connect
To Top

Winter Solstice Masuk Kalender Wisata, Kamu Tahu Apa Itu?

Dilaksanakan 10 Hari Sebelum Zikir Tahun Baru

Oleh Fara Verwey

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang telah resmi merilis kalender wisata tahun 2020, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Rabu, (15/1) lalu. Diketahui, ada 49 event kepariwisataan yang akan diselenggarakan sepanjang tahun. Beberapa di antaranya adalah agenda rutin tahunan, beberapa di antaranya ada pula yang baru. Solstice Winter, misalnya. Tahu?

Menilik kalender yang sudah diedarkan kepada publik, Solstice Winter akan dilaksanakan pada 21 Desember 2020. Pada bulang penghujung tahun ini, hanya dua agenda yang akan dilaksanakan. Selain Solstice Winter, ada Zikir Tahun Baru, sebagaimana yang sudah dilaksanakan belum sebulan lalu. Karena zikir sudah pernah dilaksanakan pada penutup tahun 2019, dan kita juga sudah tahu seperti apa bentuk acaranya, mari kita cari tahu lebih lanjut soal Solstice Winter saja.

Kepala Disparbud Tanjungpinang, Surjadi menjelaskan, Solstice Winter adalah tradisi masyarakat etnis Tionghoa. “Yang selama ini mereka laksanakan,” ungkapnya, lewat sambungan telepon, kemarin.

Dalam tinjauan Surjadi, beberapa tradisi khas masyarakat Tionghoa yang ada di Tanjungpinang punya daya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, utamanya yang etnis Tionghoa dari Singapura.

“Banyak tradisi Tionghoa yang menarik dan akan semakin bagus kalau dikemas,” ujarnya.

Menimbang tradisi etnis Tionghoa yang akan menarik jikalau dimasukkan dalam kalender wisata benar-benar terjadi pada tahun ini. Setidaknya ada 12 agenda yang akan berlangsung sepanjang tahun. Dimulai dari Bazar Imlek yang kini tengah berlangsung hingga nanti Solstice Winter pada bulan Desember.

Winter Solstice alias Festival Dongzhi

Winter Solstice adalah penyebutan dalam bahasa Inggris. Sementara dalam tradisi Tionghoa, disebut sebagai Festival Dongzhi atau dikenal pula Festival Ronde. Ini merupakan tradisi yang penting bagi masyarkat Tionghoa.

Apa sebab? Orang Tiongkok membagi musim dalam satu tahun ke dalam 24 siklus, Dongzhi adalah siklus ke 22, dimulai pada saat matahari berada pada posisi 270° dan berakhir pada posisi 285° yang biasanya jatuh pada tanggal 21-22 Desember kalender masehi.

Datangnya siklus Dongzhi ini, tulis tionghoa.info, oleh masyarakat Tiongkok dianggap sebagai hari terakhir masa panen dan dirayakan dengan reuni keluarga pada malam hari yang lebih panjang dari biasanya sambil menyantap “tangyuan” (汤圆) berwarna merah muda dan putih berkuah manis sebagai lambang keutuhan keluarga dan datangnya rezeki bagi mereka.

Tangyuan inilah yang oleh masyarakat Indonesia dikenal sebagai ronde, yakni hidangan berbentuk bola-bola dari beras ketan yang melambangkan persatuan.

Tangyuan dibuat dengan warna-warna yang cerah, masing-masing anggota keluarga mendapat setidaknya satu bola Tangyuan berukuran besar disamping beberapa lainnya yang berukuran kecil. Tangyuan ini ada yang tanpa isi, ada juga yang diisi kacang tanah tumbuk atau selai kacang merah. Tangyuan dihidangkan bersama dengan kuah manis dalam sebuah mangkuk. []

More in Kabar Kita