Connect
To Top

Mari Unboxing Paket Seragam Gratis dari Wali Kota

Apa Saja Isinya? Bagaimana Kualitasnya?

Oleh Fara Verwey

PADA awal tahun ini Pemerintah Kota Tanjungpinang merealisasikan janji kampanye Syahrul – Rahma semasa kampanyenya dulu. Ya, walau telat enam bulan, yang penting apa yang dikatakan dulu sebelum terpilih itu menjadi kenyataan.

Janji itu adalah pemberian paket seragam gratis dari atas ke kaki kepada seluruh siswa baru setingkat SD dan SMP se-Kota Tanjungpinang untuk tahun pelajaran 2019-2020.

Jalan panjang ditempuh sebelum paket seragam gratis ini sampai ke tangan. Mulai dari pembahasan juknis pengadaan, lelang proyek pengerjaan, sampai perlu dilakukan uji lab untuk mengetahui standar kualitas bahan.

“Program ini diharapkan mampu mengurangi beban atau biaya yang dikeluarkan orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya,” ungkap Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, ketika penyerahan secara simbolis, akhir Desember lalu.

Penyerahan seragam gratis simbolis, akhir Desember. Foto: Humas Pemko Tanjungpinang

Karena program ini kali pertama diberlakukan di Tanjungpinang, Syahrul tak menampik perlu menempuh proses waktu yang panjang. Karenanya, ia menyatakan terima kasih karena masyarakat sabar menanti janji ini terealisasi.

“Bukan sengaja dibuat lambat, tapi prosesnya butuh waktu. Insyaallah 2020 mendatang keterlambatan ini tidak terulang lagi,” janjinya.

Informasi dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, program paket seragam gratis ini menelan anggaran lebih dari Rp 6,2 miliar yang bersumber dari APBD 2019. Dari total itu, berhasil diadakan 6.682 paket dengan rincian 3.301 di antaranya untuk siswa baru setingkat SD, dan 3.381 sisanya untuk siswa baru setingkat SMP.

Kalau Bisa Kualitasnya Ditingkatkan

Ricko Dwi Kurniawan datang ke sekolah anaknya di Jalan Soekarno Hatta, Senin (6/1) lalu. Ia diundang untuk meneken formulir pengambilan paket seragam gratis yang diterima Ainiya Talita Kurniawan, putri bungsunya yang duduk di kelas 1 SDN 011 Tanjungpinang Barat.

“Ya datang, teken, habis itu terima satu tas berisikan paket seragam gratis itu,” ungkap Ricko.

Atas izin Ricko dan Irma Widiyanti, istrinya, Viswara diajak membuka bersama dan untuk kali pertama isi paket seragam gratis bersama anak-anaknya, Ainiya dan kakaknya, Aila Khanza Kurniawan.

Kedua bocah ini lantas semangat membongkar dan meng-unboxing paket seragam gratis tersebut di depan kamera, sebagaimana yang telah kami rekam berikut ini:

Usai menjajal dan mencermati isi yang ada dalam paket seragam gratis itu, kami berbincang dengan Irma, sang ibu. Dalam amatannya, kualitas seragam gratis yang diberikan lebih rendah dari seragam sekolah yang sudah dibelinya terlebih dahulu karena Ainiya sudah tak sabar menunggu pakai seragam baru. Irma berharap ke depan, jika program ini kembali digulirkan, lebih ditingkatkan kualitasnya.

“Tapi tetap kami terima apa adanya. Karena ini program pemerintah, mungkin inginnya biar sama rata dan sama rasa,” ujarnya.

Walau bagaimana pun, dalam sudut pandang Irma, program paket seragam gratis ini sebenarnya turut membantu meringankan beban pengeluaran orang tua yang hendak menyekolahkan anaknya.

“Apalagi buat orang tua dengan ekonomi menengah ke bawah seperti kami,” ucapnya.

Keluarga Ricko Dwi Kurniawan.

Sementara itu, dari paket seragam gratis yang diterima Ainiya, masih terdapat kekurangan. Di antaranya seragam olahraga dan jilbab. Irma memaklumi. Mungkin, kata dia, karena untuk seragam olahraga di tiap-tiap sekolah itu berbeda.

Lantas bagaimana dengan ukurannya? “Kalau roknya pas. Seragamnya kebesaran. Kaus kakinya kepanjangan banget macam stoking, seperti ini punya anak SMP,” pungkasnya. []

More in Cerita Kita