Connect
To Top

Selawat Melangit dari Gedung Gonggong

Berbeda dalam Merayakan Tahun Baru Itu Biasa

Oleh Fara Verwey

Selawat menggema dari pelataran Gedung Gonggong. Ustad Abi Alfi Ismail SLA yang memimpin zikir akbar dan istigasah mengajak jemaah berdiri. Kidung pujian kepada Baginda Nabi Muhammad pun berlantun.

Begitu cara Pemko Tanjungpinang menghabiskan malam pergantian tahun, Selasa (31/12) malam lalu. Di pelataran Gedung Gonggong, digelar istigasah dan zikir. Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul tentu hadir di sana. Ternyata ikut terlihat Plt. Gubernur Kepri Isdianto.

Di bawah naungan tenda berbalut merah-putih, Syahrul membuktikan benar imbauannya agar pergantian tahun diisi dengan muhasabah. “Orang yang hanya menghabiskan waktu sia-sia termasuk orang yang merugi,” ucap Syahrul.

Suasana zikir malam tahun baru. Foto: Fara/Viswara

Sementara senandung selawat masih menggaung, seputaran Gedung Gonggong juga tak kalah riuh. Beberapa memang ada yang datang untuk mengikuti pengajian. Tak kalah banyak pula yang memang duduk santai bersama keluarga di sana. Pemandangan yang kontras, tapi tidak perlu berujung jadi perdebatan panjang.

“Zikir adalah pilihan Pemko merayakan tahun baru. Kalau kami bersantai dengan keluarga saja,” kata Ardi, warga Batu IX yang mengajak istri dan anaknya malam itu.

Menjadi berbeda memang bukan lantas sebuah pembenaran sebagai akar perselisihan. Justru perbedaan pemandangan yang terjadi di malam pergantian tahun baru itu menunjukkan harmoni yang terpelihara di Tanjungpinang sudah sedemikian lamanya.

Perkara imbauan tak merayakan tahun baru itu ada baiknya dikenang sebagai cara lain kepemimpinan wali kota periode kali ini. Semoga dari sini, akan semakin banyak terbit imbauan lain yang bermuatan positif. Semisal imbauan membaca buku, imbauan membuang sampah, dan imbauan tak membuang kucing di sembarang tempat.

Eh, soal yang terakhir itu, pada kesempatan lain saya akan bercerita panjang lebar.

Selamat tahun baru 2020. []

More in Kota Kita