Connect
To Top

PhotoMatrix: Biar Fotomu Jadi Lebih Seru

Kok Fotonya Bisa Gerak-gerak?

Oleh Fara Verwey

Sampel Photo Matrix

Untuk bisa punya koleksi foto seperti sampel di atas, tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota. Di Tanjungpinang pun ada. Adalah studio melayu.com yang coba memperkenalkan kreasi fotografi yang konon terinspirasi dari film The Matrix (1999). Sehingga oleh sebagai orang, efek spesial ini sering disebut sebagai photomatrix.

Kreasi ini kali pertama diuji coba ke khalayak Tanjungpinang pada Selasa (31/12) malam lalu di area Tugu Raja Haji Fisabilillah, Tepi Laut. Oleh kru yang bekerja, dipersilakan kepada siapa saja yang sedang bersantai menikmati malam pergantian tahun untuk menjajalnya.

Paketnya pun sangat ekonomis. Hanya Rp 20 ribu untuk satu kali foto. Sedangkan dengan menambah Rp 30 ribu lagi, bisa memperoleh kesempatan tiga kali foto.

“Kalau misalnya belum puas, boleh diulang sepuasnya. Kan bukan foto film yang one shot one kill,” kata Frizul dari studio melayu.com.

Jikalau sudah dapat gaya dan pose paling ciamik, pelanggan pun langsung dapat menikmati photomatrix-nya di ponsel. Sebab, tepat setelah pengambilan gambar, langsung dikirim via email. Sehingga tidak perlu menunggu lama agar dapat lekas diunggah dan dibagikan di media sosial.

“Hasilnya pun HD dengan ekstensi Mp4. Bukan kaleng-kaleng. Jadi resolusi gambarnya jelas dan langsung bisa di-download,” jelas Frizul.

Pada malam uji coba photomatrix di Tugu Raja Haji Fisabilillah, tak sedikit yang mencoba. Beberapa bersama kawan, beberapa bersama pasangan, ada pula yang formasi penuh bersama keluarga.

Saya sendiri ikut menjajalnya. Tak pernah pula rasanya dijepret dengan banyak kamera dalam satu waktu. Banyak kamera? Ya. Tak kurang delapan kamera disiagakan untuk bisa menghasilkan photomatrix. Semakin banyak, kata Frizul, akan semakin bagus.

Review photomatrix.

“Seluruh kamera itu disetel sempurna lewat komputer yang sudah tersambung langsung dengan software untuk mengolah hasil jepretannya,” ujarnya.

Setelah berdiri di depan lampu 2020, dari balik layar komputer, Frizul meminta kami untuk melatih pose dulu sebelum gambar diambil. Semakin aktif kami berpose, akan semakin keren gambar yang dihasilkan.

“Lompatlah yang tinggi,” pekik Frizul memberi aba-aba sebelum kemudian menghitung mundur tiga … dua … satu.

Tidak sampai lima menit, photomatrix itu sudah masuk ke ponsel. Setelahnya bisa langsung pamer ke teman-teman lewat media sosial.

“Udah ada ya macam itu di Pinang?” komentar teman via DM.

“Hallo … ini sudah 2020 keleus,” balas saya dengan tengil. []

More in Kabar Kita