Connect
To Top

Harusnya Bisa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Belum Ada Iktikad Baik dari Dewan YBS

Oleh Fara Verwey

Mengapa persoalan dari insiden mobil kedap suara milik anggota DPRD Kota Tanjungpinang berlarut-larut, menjadi pertanyaan di benak orang-orang. Padahal jikalau kata maaf begitu ringan terucap, tidak mungkin sejauh ini. Namun rambut manusia memang sama hitam, isi kepala siapa yang tahu.

Informasi terkini dari Fhandry, setidaknya seminggu usai kejadian, belum ada respons dari anggota dewan yang mobilnya kedap suara yang menubruk motor milik Sari ketika dipakai Fhandry.

“WA saya langsung kepada beliau pun di-read tidak, apalagi dibalas,” ujar Fhandry.

Sudahlah mobil kedap suara, jangan-jangan ponselnya kedap notifikasi pula. Jadi tak ada pemberitahuan jikalau pesan baru masuk. Untungnya tidak semua anggota legislatif seperti itu.

Senin (@3/12) petang kemarin, saya kemudian mencoba mengontak semua unsur pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang; ketuanya dan dua wakilnya. Ada Ibu Yuniarni Pustoko Weni dari PDI Perjuangan, Pak Ade Angga dari Partai Golkar, dan Pak Hendra Jaya dari Partai NasDem.

Dari tiga yang dikontak, hanya Wakil Ketua I, Bang Angga yang tidak merespons. Selebihnya menjawab walau singkat belaka. Seperti Ibu Ketua yang ketika dipintai tanggapan hanya membalas dengan satu kata: alamaaak!.

Yang cukup serius menanggapi adalah Pak Hendra. Bahkan ia tak segan menelepon balik ketika dihubungi via pesan WhatsApp. Lewat sambungan telepon, Pak Hendra mengaku belum mengetahui sosok anggota dewan yang mobilnya kedap suara itu.

Hanya saja ia cukup menyayangkan jika hal semacam ini berlarut-larut. “Seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Dibicarakan secara baik-baik dan mencari jalan tengah adalah tindakan yang diharapkannya dari dua pihak yang berselisih. Kendati begitu, ia tak bisa lantas menyimpulkan mana yang benar atau mana yang salah.

“Setiap orang kan punya pendapatnya masing-masing,” ucapnya.

Walau begitu tetap saja, sebagai Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Pak Hendra berharap agar permasalahan ini secepatnya diselesaikan. Dan, kata dia, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tapi ya kalau memang tidak bisa secara kekeluargaan, mau bagaimana lagi. Mungkin memang harus ditempuh jalur hukum. Tapi sebelum itu ya alangkah baiknya dibicarakan dulu bersama,” pungkasnya. []

More in Kabar Kita