Connect
To Top

Lari di Negara Tetangga, Lebih Nyaman daripada di Kota Sendiri

Kampanyekan Indonesia di Singapura

Oleh Irfan Tuah

Peribahasa cakap, rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Pak Husnizar dan Ibu Pepy beranggapan, lari di negara tetangga lebih nyaman daripada kota sendiri.

Sudah sering saya menge-like unggahan beliau berdua perihal ketaknyamanan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Tanjungpinang. Di kawasan Tepi Laut, tepatnya. Entah sudah berapa kali. Yang jelas suara beliau berdua selalu sama: menuntut haknya sebagai warga kota agar bisa berlari nyaman dan aman di lokasi CFD.

Bagaimana mau nyaman kalau masih ada kendaraan yang bisa melintas. Aman? Jauh panggang dari api. Saya pernah mendengar cerita Ibu Pepy sampai pernah terserempet motor ketika sedang lari pagi. Pemerintah kota ternyata tidak bersama warganya yang sedang berlari.

Tak bosan-bosan mengampanyekan hidup sehat dengan berlari, pasutri seniman ini bahkan sampai membuktikan kemampuan dan ketahanan tubuhnya mengikuti Singapore Marathon, akhir pekan lalu.

Di Singapore Marathon dan catatan waktunya.

Tidak sekadar berlari. Dari unggahan di Facebook-nya, saya melihat Pak Husnizar dan Ibu Pepy mengampanyekan Indonesia di negara tetangga. Ibu Pepy lari dengan topi khas masyarakat Papua. Adapun Pak Husnizar menggunakan kain samping dan tanjak.

Keduanya berhasil menuntaskan rute 5K dan membawa pulang medali finisher ke Tanjungpinang. Jelas itu bukan medali perdananya. Mereka adalah teladan dalam menjaga hidup sehat dengan rutin berolahraga lari. Saya pernah main ke rumahnya. Bukan main banyak medali lari tergantung.

Tercetus dalam benak saya, mengapa kemudian pemerintah kota tidak melirik keduanya agar menjadi duta hidup sehat di Tanjungpinang? Saya berprasangka baik, mungkin sebenarnya ada keinginan. Tapi mendapati pelaksanaan CFD tiap Minggu pagi yang masih jauh dari kata nyaman dan aman, niat itu belum berani terwujudkan.

Berprasangka baik bukan sesuatu yang keliru, kan?

Sehat selalu pasutri seniman panutan. []

More in Orang Kita