Connect
To Top

Yang Dibakar Kelapa, Yang Bahagia dalam Kepala

Rahasia Kelapa Bakar Mas Adun

Oleh Fara Verwey

Tak melulu kebahagiaan yang didapat dari sebuah pekerjaan berupa uang. Berupa dagangan yang laris manis. Berupa produk yang dipuji-puji. Berupa karya yang ramai dinikmati. Pekerjaanmu, bisa sesederhana apa pun itu. Tak perlu sampai hebat-hebat. Bergelar pejabat, orang teratas perusahaan. Dan lain sebagainya. Asalkan kebahagiaan dan kedamaian teriring sepanjang hari dan waktu yang kamu habiskan untuk bekerja.

Saya memetik hal ini dari seseorang yang hidup dengan berjualan air kelapa. Mas Adun, panjangnya, Mas Adun Kelapa Muda Bakar.

Mungkin sudah banyak dari kita yang sering menikmati olahan jamu yang diaduk bersama kelapa yang telah dibakar ini. Meminum langsung dari batoknya. Hangat-hangat, sedikit pedas banyak creamy-nya. Level pedas dan creamy-nya tergantung permintaan pelanggan sih. Pun terkadang, tergantung dengan keluhan kesehatan pelanggan.

Loh, loh … minum air kelapa kok bawa-bawa riwayat kesehatan ya?

Adun dan kelapa bakarnya. Foto: Fara/Viswara

Ya begini yang biasa dikonsultasikan ke Mas Adun, oleh pelanggannya. Sebelum racikan jamu, madu, dan kental manisnya dituang menjadi satu di dalam bathok kelapa.

“Kadang kan ada pelanggan yang punya diabetes. Berarti kental manis dan gulanya, bisa dipakai sedikit aja atau tidak sama sekali,” Adun mencontohkan salah satu kondisi pelanggannya.

Bukannya kerepotan mendengar keluh-kesah pelanggan mengenai kondisi tubuh mereka, Mas Adun justru semakin segenap hati meracik kelapa bakarnya.

“Awalnya kelapa bakar ini sering dikonsumsi supaya badan fit lagi. Dicari pun biasanya kalau lagi musim dingin-dingin,” tutur dia.

Namun diyakini, bahan rempah seperti jahe, serai dan rempah herbal lainnya, menimbulkan khasiat tersendiri. Belum lagi, air kelapa muda pun diyakini mampu membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Sehingga, dikatakan Mas Adun, banyak sekali testimoni yang disampaikan para pelanggannya, ketika mereka kembali lagi untuk membeli. Ada yang merasa stamina menjadi terjaga bahkan menambah dayanya. Hingga meredakan sesak nafas. Setidaknya tertulis 11 khasiat, pada spanduk yang dipasang Mas Adun di warungnya.

“Ini ya semua dari pelanggan yang bilang. Saya begini … saya begitu …, setelah minum air kelapa bakar,” tutur Mas Adun sembari sibuk mengupasi kulit kelapa yang menghitam.

Satu pengalaman yang berkesan baginya, datang dari seorang pelanggan lama. “Ada satu bapak waktu itu cerita dia punya batu empedu,” kata Mas Adun.

Pelanggan tersebut akhirnya harus menjalani operasi. Namun, tindakan operasi tidak dapat dilangsungkan segera. “Ada waiting list. Jadi sembari nunggu, dia sering bolak-balik ke sini. Minum kelapa bakar,” tuturnya.

Kalau tidak salah mengingat, menurut Mas Adun antrian operasi itu berkisar satu minggu. Dan ketika hari untuk pengecekan final sebelum operasi tiba, dokter menyampaikan batu empedu yang seharusnya dioperasi sudah tidak ada. Sehingga batallah si bapak tadi untuk dioperasi.

Dengan kegembiraan, si bapak datang lagi ke Mas Adun. Membagikan rasa bahagianya, dengan membelikan buah tangan untuk Mas Adun.

Tapi rasa hangat yang menyeruak dalam dada, justru menjadi buah tangan yang sebenarnya. Pengalaman itu terus menjadi motivasi dan pengingat bagi Mas Adun, dalam menjalani perannya sebagai penjual air kelapa.

“Ternyata kerja begini bisa menolong orang lain itu yang rasanya, huuhh …,” ujar Adun sembari menggosokkan tangan kanan ke dadanya. Mengisyaratkan kepuasan batin yang tak dapat diterjemah dalam kata. []

More in Cerita Kita