Connect
To Top

Alhamdulillah, Kepri Punya “Dua Gubernur”

Provinsi lain mana bisa macam ini

Oleh Wan Fhandry

Ketika jalan-jalan sore (JJS) kemarin, agak kaget melihat baliho di simpang Pamedan. Sebagai satu dari sekian persimpangan paling ramai, di sana ada banyak baliho berukuran jumbo. Tapi cuma satu yang menarik perhatian: baliho ucapan kemerdekaan dari Pemprov Kepri.

Apa yang bikin mata mencelik? Tidak ada yang salah sama sekali dari baliho itu, sebenarnya. Caranya mengucapkan kemerdekaan betul. Desainnya juga cenderung berani dengan dominan merah dan putih. Pas sesuai dengan kemerdekaan yang jadi temanya.

Yang membuat saya berhenti sejenak untuk mengambil gambar adalah foto orang yang terpampang di baliho tersebut. Ada tiga sosok di sana. Isdianto. Nurdin Basirun. TS Arif Fadilah.

Saya jadi penasaran dengan cara desainer Pemprov Kepri menuliskan jabatan tiga orang ini. Saya mendekat. Dari bawah baliho, saya bisa membaca jelas keterangannya.

Paling kiri, Isdianto sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Kepri. Di tengah adalah Nurdin Basirun, Gubernur Kepri, dan paling ujung TS Arif Fadilah, Sekda Provinsi Kepri.

Baliho kemerdekaan milik Pemprov Kepri. Inset: keterangan jabatan. Foto: Fhandry/Viswara

Sebentar. Sebentar. Kok seperti ada yang tak kena di hati. Saya baca sekali lagi. Lebih teliti. Khawatir yang salah membaca adalah mata ini.

Tidak. Benar adanya. Kini, Provinsi Kepulauan Riau punya “dua gubernur”. Satunya sebagai pelaksana tugas, satunya lagi non aktif karena ditetapkan sebagai tersangka kasus suap reklamasi oleh KPK.

Terang sekali bahwa di baliho tersebut tidak diterakan Nurdin Basirun sebagai gubernur non aktif. Melainkan: Gubernur Kepulauan Riau. Saya tidak tahu alasan bagian publikasi dari Pemprov Kepri tidak menyertakan keterangan non aktif di sana.

Padahal sesuai dengan keputusan Mendagri, setiap kepala daerah yang tersandung kasus pidana harus dibebastugaskan dan dinonaktifkan statusnya sampai keluar putusan inkrah.

Kontan pilihan desain yang menampilkan wajah Nurdin Basirun ini menuai polemik. Terjadi silang-sengkarut perdebatan di laman dunia maya. Apalagi jika mengingat yang bersangkutan kini sudah berstatus sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.

Sementara di sudut lain terang-terang ditampilkan baliho milik Pemko Tanjungpinang yang meniadakan wajah mantan Bupati Karimun tersebut.

Baliho gerak jalan milik Pemko Tanjungpinang. Foto: Fhandry/Viswara

Jadi manakah yang benar? Masihkah boleh memasang wajah gubernur yang berstatus tersangka atau tidak? Atau ini sekadar permasalahan etika belaka?

Terlepas dari itu, saya senang dengan kehadiran baliho ini. Setidaknya, kelak foto baliho ini akan jadi bukti otentik bahwa pada suatu masa, provinsi Kepulauan Riau yang kita cintai ini pernah memiliki “dua gubernur” sekaligus. Sebuah “prestasi” yang belum tentu provinsi lain mampu saingi. []

More in Kota Kita