Connect
To Top

Bang Din yang Hilang Kemerdekaannya

Tidak ada lagi baliho Bang Din ucapkan HUT Kemerdekaan

Oleh Husnizar Hood

Hampir dipastikan upacara 17 Agustus hari kemerdekaan tahun 2019 ini yang menjadi Inspektur Upacara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau adalah Plt Gubernur, Bapak Isdianto.

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Kasus OTT lebih tiga pekan lalu membuat nasib Pak Nurdin Basirun yang selalu kami panggil “Bang Din” itu dalam periode ini hanya tiga kali saja sebagai inspektur upacara kemerdekaan di Gedung Daerah.

Saya masih ingat pada upacara 17 Agustus tahun 2016 gara-gara pembawa acara kurang jelas menyampaikan atur cara penutupnya, tradisi Inspektur Upacara turun ke bawah guna mengucapkan selamat kepada komandan upacara yang telah sukses memimpin upacara tiba-tiba diikuti oleh Ibu Gubernur dari belakang.

Yakin kita bang Din tak tahu akan hal itu dan kemudian setelah tahu dia nampak wajahnya agak terkejut. Konon kabarnya ada dialog singkat antara mereka berdua.

“Eh, kenapa you ada kat sini?” tanya bang Din dengan logat Melayu Singapura.

Dijawab oleh Ibu Gubernur, “Salah ye? Tak apelah I nak ikut you jugalah, ucapkan selamat!”

Peserta upacara yang tadinya sudah mulai agak riuh kemudian berubah menjadi tepuk tangan yang bergemuruh.

“Tak ada yang salah, hanya biasanya Pak Gubernur sebagai Inspektur Upacara saja yang turun sendiri, ini malah ditambah Ibu Gubernur itu lebih hebat,” kata seseorang yang duduk tepat di sebelah saya dengan jas lengkap dan dasi berwarna merah.

Sekarang sudah masuk bulan Agustus. Sebentar lagi upacara hari kemerdekaan pun akan tiba. Ada banyak penjual bendera di mana-mana, ada banyak baliho terpampang mengucapkan Selamat HUT ke-74 Hari Kemerdekaan kita.

Hanya ada satu pemandangan yang tak biasa. Kalau wali kota didampingi oleh wakil walikotanya, sementara di sebelahnya hanya ada satu foto Plt Gubernur saja, kita semua tahu Pak Nurdin Basirun sudah ditetapkan sebagai tersangka malah sudah diperpanjang pula masa tahananya tapi setahu saya dia masih Gubernur Kepulauan Riau, hanya tidak aktif.

Apakah memang tak ada haknya dia lagi untuk dipajang fotonya sekadar mengucapkan selamat hari kemerdekaan atau karena kita malu bersanding dengan “pesakitan” seperti mereka yang sedang berperkara di KPK padahal belum ada keputusan pengadilannya.

Kita tahu ada asas praduga tak bersalah. Tapi saya lihat lebih banyak praduga yang salah kaprah kepada mereka yang memuja kekuasaan dan melupakan kebaikan orang lain walaupun kebaikan itu jumlahnya tak seberapa, mungkin hanya sebesar bola-bola bertulis nama pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau di sepanjang kiri kanan jalan arah ke Dompak sana.

MERDEKA!!! []

More in Suara Kita