Connect
To Top

5 Fakta Ikan Tuhuk, Kode Korupsi Gubernur Kepri

Berat maksimal bisa sampai 900 kilo

Oleh Visboy

Sudah bukan rahasia lagi, pada setiap kasus korupsi yang berhasil diungkap KPK, para tersangkanya kerap menggunakan kode khusus untuk kamuflase transaksi.

Dulu ada istilah ‘apel malang’, ‘apel washington’, ‘semangka’, dan ‘pelumas’ yang muncul di perkara korupsi wisma atlet. Pun pada kasus yang menjerat Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang diciduk KPK di Tanjungpinang, Rabu (10/7/2019) lalu di Tanjungpinang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya mengidentifikasi penggunaan kata sejumlah kata yang digunakan sebagai sandi komunikasi.

“Tim mendengar penggunaan kata ‘ikan’ sebelum rencana dilakukan penyerahan uang. Disebut jenis ikan tohok dan rencana ‘penukaran ikan’ dalam komunikasi itu. Selain itu terkadang digunakan kata ‘daun’,” kata Febri sebagaimana dikutip dari Merdeka.

Visboy jadi penasaran apakah ikan tohok yang dimaksudkan di sana? Maka Visboy pun melakukan riset. Dari penelusuran Visboy, diketahui ikan tohok (atau tuhuk) merupakan nama lain dari ikan jenis Blue Marlin.

Ikan jenis ini merupakan ikan favorit para pemancing. Tidak semua mancing mania pernah merasakannya. Apakah ini yang kemudian menjadi alasan di balik penggunaannya sebagai sandi transaksi? Tidak ada yang tahu secara pasti.

Tapi yang bisa Visboy cari tahu, adalah lima fakta tentang ikan tohok (tuhuk) alias Blue Marlin.

Dapat Berusia sampai 27 Tahun

Sebagai ikan jenis karnivora, tulis Bobo, diketahui ikan tohok bisa hidup sampai 27 tahun. Makanannya jenis makarel dan tuna. Selain itu, bisa juga memakan cumi-cumi. Ukuran maksimal tuhuk betina, disebut bisa mencapai 900 kilogram.

Tipikal Ikan Penyendiri

Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwa ikan tuhuk jarang bergerombol. Jika melakukan migrasi antarsamudra cenderung sendiri. Sebab itu, ikan ini jika tersangkut di kail pemancing, belum tentu bisa diulang pada waktu yang sama.

Harga per Kilonya Sampai Rp 65 Ribu

Di Krui, pesisir barat Lampung, tulis Lampost, per kilo daging ikan tuhuk dihargai mencapai Rp 65 ribu. Jika turun pun ada di kisaran Rp 50 ribu. Bergantung stok yang tersedia di kalangan nelayan.

Rasa Daging yang Lezat

Daging ikan tuhuk dianggap lezat. Tak heran di Jepang, daging ikan jenis ini bisa disajikan mentah sebagai sashimi.

Dimasak Olahan Sate

Jika di Jepang diolah menjadi sashimi, di Krui, Lampung Barat, tulis Tempo, daging ikan tuhuk juga dijajakan di warung dengan olahan sate. Harga per porsi sate ikan tuhuk mencapai Rp 30 ribu.

More in Kota Kita